Kesepian. . . kata ini dapat menyakitkan, dan juga memunculkan kenangan pahit di masa lampau. Apakah Anda pernah diolok-olok oleh karena penampilan Anda di masa kecil, atau menjadi satu-satunya siswa yang tidak punya pacar ketika SMA? Mungkin sahabat karib Anda pindah ke kota lain atau keluarga Anda pindah rumah. Setiap orang bergumul dengan perasaan kesepian, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat melarikan diri dari perpisahan, kehilangan, dukacita, isolasi dan kebutuhan manusia akan hubungan. “Kita diciptakan untuk saling berhubungan baik dengan sesama maupun dengan Tuhan. Kisah Adam dan Hawa menunjukkan bagaimana hubungan terjalin antara Pencipta dan ciptaan-Nya. . . sebagaimana Paulus menulis, ‘Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.’ Dalam hidup dan mati, kita ingin dekat dengan orang lain.
Perasaan kesepian lebih mudah digambarkan daripada didefinisikan. Kesepian adalah perasaan hampa jika seseorang yang Anda kasihi meninggalkan Anda dan Anda merasa tak seorang pun peduli terhadap Anda. Anda merasa tidak diinginkan atau tidak diperlukan. Anda dapat merasa kesepian sekalipun Anda dikelilingi orang banyak. Di saat seperti itu, Anda akan merasa tidak memiliki apapun yang berarti dalam hidup ini. Perasaan itu akan terus menggerogoti batin dan menguras kekuatan serta mencuri harapan Anda. Kesepian akan membangun dinding di sekeliling Anda, seberapapun Anda merasa bebas. Mazmur 31:9-12 menggambarkan bagaimana Daud mencari wajah Tuhan di tengah perasaan sepi yang menusuk hatinya. 9 “Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. 10 Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah. 11 Di hadapan semua lawanku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku di jalan lari dariku. 12 Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah.” (Mazmur 31:9-12) Kapan kesepian paling sering muncul?” Kesepian seringkali muncul mengikuti perubahan besar yang terjadi dalam hidup. Kita tidak mau kehilangan dukungan orang-orang terkasih, atau perlindungan dari orang yang dekat dengan kita “… Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.” (Mazmur 22:1) Merasa kesepian yang dalam saat Anda mengalami kehilangan atau perubahan dalam hidup adalah hal yang alamiah. Tetapi jika Anda suka mengasihani diri sendiri dan menjadi marah kepada Tuhan oleh karena keadaan Anda, maka Anda akan mulai merasa dijauhkan dari-Nya dan tidak akan dapat menerima penghiburan-Nya yang penuh kasih Tuhan tidak menciptakan kita untuk hidup dalam keterasingan melainkan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Membangun hubungan Anda dengan Tuhan berarti juga membangun jembatan kepada orang lain. “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.” (Roma 14:7)