Iri hati di gambarkan sebagai monster jahat, iri hati bisa menjadikan kita jadi semakin jauh dari Tuhan. Masalahnya, iri hati ini sering terjadi tanpa kita sadari. Misalnya saja, ketika kita melihat orang yang sering mengunggah foto jalan-jalan ke luar negri dan makan-makan di restoran mewah di Instagram atau di FB, tanpa sadar kita jadi bilang, “ Kok hidup orang ini enak banget sih. Aku juga mau dong seperti dia. ” Kata yang muncul kelihatan sederhana tetapi lama kelamaaan dapat mematikan.

Iri hati yang juga sering disebut sebagai dengki atau hasad merupakan sebuah emosi yang tidak senang atas keunggulan atau hal yang dimiliki oleh orang lain. Setiap kita bisa terjerat oleh perasaan iri hati. Raja Saul juga larut dalam iri hati ketika pujian yang diterima oleh Daud lebih banyak daripada pujian yang diterimanya. “ Saul membunuh beribu-ribu musuh, tetapi Daud berpuluh-puluh ribu ” (1Sam. 18:7 BIS). Saul menjadi sangat marah dan “ sejak hari itu ia iri hati kepada Daud ” (ay.9 BIS). Saul sangat murka karena hal ini, sehingga ia berusaha untuk membunuh Daud.

 Apakah Iri Hati Itu?

  • Iri hati adalah marah terhadapkelebihan orang lain, dengan hasrat untuk memiliki kelebihan yang sama.
  • Iri hati adalah menginginkan apa yang dimiliki orang lain.

Kata Latin untuk “iri hati” adalah invidere, yang artinya “ melihat dengan permusuhan.”

“ Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu. ” (Keluaran 20:17)

Iri Hati

Dalam Yakobus 3:16 dikatakan,  " Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."  Jadi iri hati menurut Alkitab adalah sangat berbahaya:  mengakibatkan kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.  Seseorang yang hatinya dipenuhi iri hati dipastikan jarang sekali atau bahkan tidak pernah bisa mengucap syukur kepada Tuhan.  Ia selalu membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain:  " Dia diberkati, mengapa aku tidak?  Tuhan kok tidak adil ya? " Akibatnya ia pun kehilangan damai sejahtera di hati.

" Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi ? "  1 Korintus 3:3b

Bagaimana mengatasi iri hati ?

Dalam Efesus 4:20-24, kita diajarkan untuk menyikapi iri hati ini. “ Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. ”

Hadapilah perasaan-perasaan Anda dan pakailah hal itu sebagai indikator untuk perubahan.

“ Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! ” (Yakobus 3:14)

Kenalilah sumber dari emosi-emosi tersebut.

“ 15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. 16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. ” (Yakobus 3:15-16)

 — Iri hati muncul dari suatu hasrat, dan hasil dari pola-pola yang berdosa.

“ Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu. ” (Lukas 12:15)