De-pressed

      Jika anda menempatkan  sebatang besi yang berat di atas bantal berbentuk hati, bantal yang sebenarnya dapat mengembang kembali menjadi tertekan ke bawah—de-pressed  tetapi keesokan hari, jika anda mengangkat besi itu, bantal langsung mengembang kembali ke dalam bentuk asalnya.  Akan tetapi, jika anda menunggu berbulan-bulan untuk mengangkat besi itu, bantal itu tidak akan mengembang kembali ke dalam bentuk aslinya.  Melainkan, bantal akan menjadi kempis dan tetap de-pressed.  Bantal yang dapat menanggung tekanan sementara, tidak diperuntukkan untuk mempertahankan bentuknya dalam jangka waktu yang lama ketika berada di bawah tekanan yang berat.

      Hal itu sama dengan jantung manusia.  Jika jantung itu “ditekan ke bawah”, disebabkan tekanan normal dari situasi normal (depresi situasional),  jantung anda dibuat untuk dapat kembali ke bentuk semula apabila tekanan diangkat. Akan tetapi, Dia tidak merancang anda untuk hidup di bawah tekanan berat dalam jangka waktu yang panjang, tanpa membuat jantung anda mengalami “keadaan” depresi.  Selama waktu-waktu yang menyakitkan itu, ketika harapan tampaknya kabur, emosi anda akan terasa datar dan jantung anda merasa sakit.  Salomo, menerangkan bahwa,

Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.

(Amsal 13:12)

Apa itu Depresi?

  • Depresi secara harafiah adalah kondisi sedang “ditekan ke bawah” hingga posisi terendah (seperti yang terlihat pada jejak kaki).
  • Depresi dapat mengacu pada keadaan penurunan dan pengurangan kegiatan (seperti pada depresi ekonomi).
  • Rasul Paulus menggunakan kata Yunani bareo, yang berarti “ditekan atau diberati ke bawah” untuk menggambarkan tekanan emosional yang dahsyat dan kesusahan yang amat sangat, di mana dia dan Timotius menderita oleh tangan-tangan mereka yang melawan Kristus.

Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

(2 Korintus 1:8-9)

 

Apakah depresi itu dosa?

Tidak selalu, tetapi dapat menjadi dosa jika :

  • Anda depresi atas konsekuensi tindakan berdosa anda, dan anda tidak berusaha untuk merubahnya.
  • Anda depresi karena anda memilih agar orang lain mengendalikan anda daripada memilih mematuhi Kristus dan mengizinkan-Nya memegang kendali.
  • Anda menggunakan depresi untuk memanipulasi orang lain.
  • Anda tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kesembuhan (mencari bantuan dan konseling Alkitabiah, menghafalkan ayat-ayat Kitab Suci, membaca material Kristiani).
  • Anda tidak mau melepaskan sikap mengasihani diri dan marah.
  • Anda terus menerus memilih untuk menyalahkan Tuhan dan orang lain karena ketidak-bahagian anda.

Contoh di Alkitab tentang Depresi yang Yunus alami.

Yunus adalah seorang pria yang dipanggil Tuhan.  Namun dia menjadi marah, cemberut dan berada pada depresi yang dalam.   Bagaimana Yunus mengalami depresi yang begitu dalam?

  • Bagian pertama : Ketidakpatuhan.

Yunus dipanggil Tuhan untuk mengajarkan kebenaran Tuhan kepada orang-orang  Niniwe yang tidak bertuhan.  Tetapi Yunus memberontak dan naik kapal yang berlayar ke arah yang berbeda.  Ketika ketidakpatuhan Yunus membawa akibat yang tidak baik terhadap awak kapal, Yunus ditolak dan secara harafiah dilemparkan ke dalam ke laut.

  • Bagian ke dua: ketakutan akan Hukuman.

Mengakui bahwa hukuman Tuhan ada di atas-Nya sampai titik kehilangan nyawanya (di dalam perut ikan besar), maka Yunus pun berteriak meminta ampun.  Tuhan mengampuni dan menyelamatkan hidupnya.

  • Bagian yang ke tiga : Yunus mengikuti Panggilan Tuhan.

Yunus berserah diri untuk menaati panggilan Tuhan.  Dia mengumumkan kebenaran Tuhan dan semua orang yang tidak bertuhan bertobat.

  • Bagian ke empat : Yunus mengalami Depresi.

Yunus menjadi marah kepada Tuhan sebab memberi pengampunan kepada mereka yang menurut Yunus tidak berhak untuk diampuni.  Pada akhirnya Yunus tercebur ke dalam depresi yang sangat di mana dia dipenuhi oleh pikiran-pikiran mengasihani diri dan tidak berpengharapan, sehingga ia ingin mati saja.  Yunus bahkan menyatakan;

 

Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."

(Yunus 4:9)

Apa yang harus kita lakukan saat kita mengalami Depresi?

  • Percaya kepada Firman Tuhan.

Jika anda berjalan melalui lembah bayangan depresi, ketahuilah hati Tuhan dan katakan kepada diri sendiri tentang kebenaran Firman Tuhan yang menyatakan Bahwa Tuhan selalu ada di saat anda berjalan dalam lembah deperesi

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

(Mazmur 27:13)

  • Berusaha untuk melepaskan Topeng mu

Ketika kita melewati kejadian yang menyakitkan dalam kehidupan kita, kita dapat menyapunya ke bawah karpet (mengabaikan) dan tidak mengakuinya; atau kita dapat memillih melihatnya hanya dalam terang yang dapat kita terima. Akan tetapi, saat melakukan itu, kita tidak bersedih atas rasa sakit dan kehilangan kita.

Dengan memakai topeng, kita mencoba melindungi hati kita dan menyembunyikan siapa kita itu sebenarnya,  dan apa yang tidak ingin kita hadapi.  Tetapi cara penyamaran ini menghalangi  kedewasaan kita dan kemampuan kita untuk mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan dan orang lain. 

Jangan pernah takut mengizinkan Tuhan memegang tangan anda dan membantu anda untuk melihat kenyataan rasa sakit yang anda rasakan, dan bagaimana Dia bekerja melalui pengalaman-pengalaman rasa sakit dalam hidup anda.

Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

(Mazmur 51:6)